PolyFlow membantu pabrik plastik converting menghubungkan gudang, operator produksi, finance, dan owner — mulai dari bahan masuk, work order, output, reject, maklon, sampai costing.
Banyak pabrik plastik masih mengandalkan kombinasi Excel, kertas produksi, chat WhatsApp, dan software accounting terpisah. Akibatnya:
Stok fisik dan laporan sering berbeda
Bahan produksi keluar tanpa jejak yang rapi
Hasil produksi dan scrap baru direkap belakangan
HPP sulit dijelaskan
Bahan customer untuk maklon bercampur dengan stok perusahaan
Owner tidak punya visibility real-time
PolyFlow menyatukan data operasional pabrik agar keputusan tidak lagi berdasarkan perkiraan.
Catat bahan masuk, transfer antar lokasi, adjustment, opname, dan stok available dengan audit trail lengkap.
Hubungkan BOM, material issue, operator kiosk, output produksi, dan scrap/reject per order.
Lihat hubungan antara bahan aktual, output, scrap, WIP, COGM, dan margin agar costing tidak lagi kira-kira.
Kelola bahan titipan customer, konsumsi saat produksi, return bahan, dan invoice jasa maklon tanpa mencampur stok perusahaan.
Terima resin, pigment, packaging, atau bahan customer ke lokasi yang tepat.
Pindahkan bahan ke mixing, extrusion, atau area produksi lain dengan audit trail.
Buat order produksi berdasarkan BOM atau formula dan catat material issue.
Operator mencatat hasil bagus, scrap, dan progress lewat kiosk sederhana.
Finished goods bertambah, bahan berkurang, scrap tercatat, dan costing bisa dianalisis.
Customer Material → Customer-Owned Stock → Maklon Production → Service Invoice → Material Return
PolyFlow tidak harus diimplementasikan full ERP dari hari pertama. Mulai dari pain paling urgent, lalu berkembang bertahap.
Untuk pabrik yang ingin merapikan stok bahan, WIP, dan finished goods.
Includes
Untuk pabrik yang ingin mengontrol work order, bahan keluar, output, dan scrap.
Includes
Untuk pabrik yang ingin menghubungkan produksi dengan sales, purchasing, invoice, costing, dan finance.
Includes
Untuk pabrik jasa maklon yang perlu memisahkan bahan customer dari stok perusahaan.
Includes
PolyFlow mencatat setiap movement bahan dari gudang ke produksi, sehingga tim bisa menelusuri selisih dari transaksi, bukan dari ingatan.
Catat scrap/reject per work order agar owner tahu produk, mesin, atau shift mana yang paling banyak menghasilkan waste.
Hubungkan BOM, harga bahan, material issue aktual, output, dan scrap untuk menjelaskan perubahan HPP.
Simpan bahan customer di lokasi customer-owned, konsumsi saat produksi, lalu invoice sebagai jasa.
Gunakan kiosk sederhana untuk input produksi tanpa membuka dashboard admin penuh.
Lihat stok, progress produksi, scrap, dan margin tanpa menunggu rekap manual.
Kelola bahan masuk, transfer, opname, dan stok per lokasi dengan audit trail.
Jalankan work order, issue bahan, input output, dan catat scrap dengan flow yang jelas.
Dapatkan data produksi yang lebih siap untuk costing, WIP, COGM, invoice, dan laporan.
Mulai dengan pilot 30-45 hari di satu area paling penting: Stock Control, Production Control, Maklon Control, atau Costing Review.
Tidak harus. Banyak pabrik bisa mulai dari stok dan produksi dulu, sementara accounting existing tetap berjalan. Integrasi atau migrasi finance bisa dibahas sebagai fase berikutnya.
Tidak. PolyFlow justru direkomendasikan untuk mulai dari modul yang paling urgent: stok, produksi, costing, atau maklon.
PolyFlow paling cocok untuk pabrik plastik converting dan proses manufaktur yang mirip. Untuk industri lain, perlu validasi flow terlebih dahulu.
Itu umum. Pilot bisa dimulai dari SKU dan lokasi prioritas, bukan semua data sekaligus.
Tidak. Operator bisa memakai kiosk yang lebih sederhana untuk input progress, output, dan scrap.
Ya. PolyFlow mendukung customer-owned material, sales order maklon jasa, konsumsi bahan saat produksi, invoice jasa, dan return bahan.
Pilot terbatas biasanya 30-45 hari, tergantung kesiapan data dan scope.
Mulai dari pilot kecil. Pilih satu flow paling penting, buktikan value-nya, lalu rollout bertahap.
"Ceritakan proses pabrik Anda. Kami bantu rekomendasikan modul awal yang paling masuk akal."